Penalaran Induktif




penalaran induktif adalah penalaran yang mengambil contoh-contoh khusus yang khas untuk kemudian diambil kesimpulan yang lebih umum. penalaran ini memudahkan untuk memetakan suatu masalah sehingga dapat dipakai dalam masalah lain yang serupa. catatan bagaimana penalaran induktif ini bekerja adalah, meski premis-premis yang diangkat benar dan cara penarikan kesimpulannya sah, kesimpulannya belum tentu benar. tapi kesimpulan tersebut mempunyai peluang untuk benar. (1)

contoh penalaran induktif adalah :
kerbau punya mata. anjing punya mata. kucing punya mata
:. setiap hewan punya mata

penalaran induktif membutuhkan banyak sampel untuk mempertinggi tingkat ketelitian premis yang diangkat. untuk itu penalaran induktif erat dengan pengumpulan data dan statistik.
Aspek dari penalaran induktif adalah analogi dan generalisasi. Menurut Jacob (dalam Shofiah, 2007 :15), hal ini berdasarkan bahwa penalaran induktif terbagi menjadi dua macam, yaitu generalisasi dan analogi.

• Analogi adalah proses penyimpulan berdasarkan kesamaan data atau fakta. Analogi dapat juga dikatakan sebagai proses membandingkan dari dua hal yang berlainan berdasarkan kesamaannya, kemudian berdasarkan kesamaannya itu ditarik suatu kesimpulan.

• Generalisasi adalah penarikan kesimpulan umum dari data atau fakta-fakta yang diberikan atau yang ada.
Hipotesa berasal dari bahasa Yunani: hypo= di bawah;thesis = pendirian, pendapat yang ditegakkan, kepastian. Artinya, hipotesa merupakan sebuah istilah ilmiah yang digunakan dalam rangka kegiatan ilmiah yang mengikuti kaidah-kaidah berfikir biasa, secara sadar, teliti, dan terarah.Dalam berfikir sehari-hari, orang menyebutnya anggapan, perkiraan, dugaan, dan sebagainya. Hipotesa juga berarti sebuah pernyataan atau proposisi yang mengatakan bahwa diantara sejumlah fakta ada hubungan tertentu.

Proses pembentukan hipotesa adalah proses penalaran, yang melalui tahap-tahap tertentu. Hal demikian juga terjadi dalam pembuatan hipotesa ilmiah, yang dilakukan dengan sadar, teliti, dan terarah.
Read More......

Penalaran Deduktif beserta Premis

Penalaran Deduktif
adalah suatu penalaran yang berpangkal pada suatu peristiwa umum, yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat lebih khusus. Metode ini diawali dari pebentukan teori, hipotesis, definisi operasional, instrumen dan operasionalisasi. Dengan kata lain, untuk memahami suatu gejala terlebih dahulu harus memiliki konsep dan teori tentang gejala tersebut dan selanjutnya dilakukan penelitian di lapangan. Dengan demikian konteks penalaran deduktif tersebut, konsep dan teori merupakan kata kunci untuk memahami suatu gejala.
Contoh : yaitu sebuah sistem generalisasi.
Laptop adalah barang eletronik dan membutuhkan daya listrik untuk beroperasi, DVD Player adalah barang elektronik dan membutuhkan daya listrik untuk beroperasi,
Generalisasi : semua barang elektronik membutuhkan daya listrik untuk beroperasi.
Penalaran Induktif
adalah suatu penalaran yang berpangkal dari peristiwa khusus sebagai hasil pengamatan empirik dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat umum. Dalam hal ini penalaran induktif merupakan kebalikan dari penalaran deduktif. Untuk turun ke lapangan dan melakukan penelitian tidak harus memliki konsep secara canggih tetapi cukup mengamati lapangan dan dari pengamatan lapangan tersebut dapat ditarik generalisasi dari suatu gejala. Dalam konteks ini, teori bukan merupakan persyaratan mutlak tetapi kecermatan dalam menangkap gejala dan memahami gejala merupakan kunci sukses untuk dapat mendiskripsikan gejala dan melakukan generalisasi.
Contoh : Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial
Read More......

Penalaran, Proposisi, Data dan Fakta .

                   Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (observasi empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.

            
 Contoh :
            Logam 1 dipanasi dan memuai
            Logam 2 dipanasi dan memuai
            Logam 3 dipanasi dan memuai
            Logam 4 dipanasi dan memuai
            dan seterusnya
            jadi : semua logam yang dipanasi memuai 
                 Untuk memperoleh pengetahuan ilmiah dapat digunakan dua jenis penalaran, yaitu Penalaran Deduktif dan Penalaran Induktif. Penalaran deduktif merupakan prosedur yang berpangkal pada suatu peristiwa umum, yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat lebih khusus. Metode ini diawali dari pebentukan teori, hipotesis, definisi operasional, instrumen dan operasionalisasi. Dengan kata lain, untuk memahami suatu gejala terlebih dahulu harus memiliki konsep dan teori tentang gejala tersebut dan selanjutnya dilakukan penelitian di lapangan. Dengan demikian konteks penalaran deduktif tersebut, konsep dan teori merupakan kata kunci untuk memahami suatu gejala.
Penalaran induktif merupakan prosedur yang berpangkal dari peristiwa khusus sebagai hasil pengamatan empirik dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat umum. Dalam hal ini penalaran induktif merupakan kebalikan dari penalaran deduktif. Untuk turun ke lapangan dan melakukan penelitian tidak harus memliki konsep secara canggih tetapi cukup mengamati lapangan dan dari pengamatan lapangan tersebut dapat ditarik generalisasi dari suatu gejala.
·         Penalaran Langsung
Salah satu prosedur yang lazim digunakan dalam mempraktekkan penalaran langsung adalah dengan melakukan konversi. Konversi disini maksudnya adalah pengungkapan kembali makna yang terkandung dalam sebuah proposisi dengan cara menukarkan tempat subjek dengan predikatnya tanpa mengubah kualitas proposisi tersebut.

·         Penalaran Tak Langsung
Seperti telah disebutkan sebelumnya, penalaran tidak langsung diwujudkan dalam satu bentuk logis yang disebut silogisme. Karena, menurut sifat pengakuan dan pengingkaran predikat tentang subjek, kita mengenal dua macam proposisi, yaitu proposisi kategoris dan proposisi hipotesis.

      Proposisi adalah merupakan ungkapan lahiriah dari putusan. Sebagai ungkapan lahiriah dari putusan proposisi itu selalu terdiri dari rangkaian kata-kata yang berfungsi sebagai subjek dan predikat. Hubungan antar subjek dan predikat ini senantiasa berbentuk pengakuan atau pengingkaran semata tentang sesuatu yang lain. Maka, proposisi dapat dirumuskan sebagai pernyataan yang di dalamnya manusia mengakui atau mengingkari sesuatu tentang sesuatu yang lain.
contoh : 
  • bulan terbuat dari keju
  • 4 adalah bilangan prima
           
                
                  Data adalah deskripsi dari sesuatu dan kejadian yang kita hadapi.
                  Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. 
            Kejadian (event) adalah sesuatu yang terjadi pada saat tertentu. Sebagai contoh, dalam dunia 
            bisnis kejadian-kejadian nyata yang sering terjadi adalah perubahan dari suatu nilai yang disebut 
            dengan transaksi. Misalnya penjualan adalah transaksi perubahan nilai barang menjadi nilai uang 
            atau nilai piutang dagang. Kesatuan nyata (fact and entity) adalah berupa suatu obyek nyata seperti
            tempat, benda dan orang yang betul-betul ada dan terjadi.
           contoh : 
           Berdasarkan data Sensus Penduduk 2000, untuk lapangan usaha sektor perdagangan (sektor- 
           no. 7), didapat Angkatan Kerja menurut Lapangan Usaha = (11.677.219 / 97.433.125) x 100% = 12%.
 
 
                 Fakta adalah keadaan,kejadian, atau peristiwa yang benar dan bias dibuktikan. 
Termasuk di dalamnya ucapan pendapat atau penilaian orang atas sesuatu.
 
 
 
                   
   
   
   
   
   
   
   
   
  


Read More......

Mengerti Aku Waktu




haruskah aku menyerah ?
pada langit mendung yang mengancam
pada hari riuh yang lalu lalang
aku tak suka
memang harus dipaksa ?

aku tak mau diatur waktu
aku ingin seseorang itu
seseorang dimana namanya selalu ada dalam doaku
Read More......

Resensi The Aviator




2004
Miramax
Jenis: Drama
Sutradara: Martin Scorsese
Pemain: Leonardo DiCaprio, Cate Blanchett, Kate Beckinsale, John C. Reilly
Penulis: John Logan
Sinematografer: Robert Richardson
Musik: Howard Shore
Durasi: 169 menit
MPAA Rating: PG-13

Leonardo DiCaprio diibaratkan sebagai Robert De Niro masa kini. Bukan karena fisik atau aktingnya—Leo belum pernah Saya lihat berakting total seperti De Niro dalam Raging Bull, dan Bobby rasanya tidak mendapat nominasi oscar saat dia masih kecil. Tapi karena mereka berdua adalah anak emas sutradara legendaris Martin Scorsese dalam era mereka masing-masing. Leonardo DiCaprio sepertinya sudah menerima “kontrak jangka panjang” Martin Scorsese.

DiCaprio adalah pemeran utama film blockbuster dunia, dan Martin Scorsese yang dari dulu sudah dikenal sebagai salah satu sutradara paling hebat—tetapi tidak pernah menang oscar (akhirnya baru lewat The Departed, AMPAS akan jadi bahan lelucon kalau tidak memenangkan Scorsese). Setelah kerja sama mereka Gangs of New York yang cukup sukses, mereka kembali bersama di sebuah film biopic mengenai salah satu orang paling berpengaruh abad 20.

Howard Hughes (Leonardo DiCaprio) adalah seorang pengusaha sukses asal Texas. Dia adalah sutradara film—film epik besar pertama sejak jaman film bersuara, Hell’s Angels yang sempat mencetak film termahal dunia, dan film western pamer payudara, The Outlaw. Dia juga merupakan produser film—yang paling terkenal adalah Scarface versi asli tahun 1932 dengan sutradara Howard Hawks. Dan, kecintaannya terhadap penerbangan membuatnya dirinya bangga dijuluki Sang Penerbang. Film ini adalah mengenai karirnya yang penuh pertaruhan besar dalam perfilman maupun industri pesawat, kisah cintanya yang penuh petualangan, dan penyakit yang dideritanya.
Read More......

‘Dia’




“The future depends on what  we do in the present”. Itu kata Mahatma Gandhi waktu dia masih hidup.  Kalau kata-katanya itu memang benar, lalu apa sebenarnya yang terjadi diantara kita? Bukankah kita sudah menghabiskan banyak waktu kita untuk melakukan segalanya dengan baik? Bukankah kita sudah mengusahakan hal-hal yang bisa kita usahakan untuk membuat masa depan kita secerah mungkin? Lalu kenapa hasilnya begini? Apakah Tuhan memberi pengecualian pada orang-orang seperti kita?
***
Read More......

Opini Tentang Dampak Negatif dari Situs Jejaring Sosial


               Teknologi adalah hasil peradaban manusia, yang semakin hari semakin berkembang. Dengan teknologi banyak manfaat yang dirasakan untuk kemakmuran dan kesejahteraan. Namun disatu sisi, karena peradaban bersifat dinamis, ternyata teknologi sebagai salah satu hasil budaya telah melahirkan evolusi baru yang akan mengubah peradaban manusia ke arah lain.
Sekarang kita coba cerita di dunia Teknologi Informasi, khususnya internet, khususnya lagi situs-situs jejaring sosial tepatnya lagi facebook, friendster, twitter dan lain-lainnya.

Read More......

Resensi Buku Sistem Informasi Akuntansi





Rilis         : 2001
Penerbit  : Erlangga
Bahasa    : Indonesia

 

Dalam melaksanakan kegiatannya, perusahaan pada umumnya sangat memerlukan sistem informasi akuntansi yang efisien dan efektif. Buku ini telah menawarkan suatu pedoman yang komprehensif tentang sistem informasi akuntansi, dan memberikan peluang untuk memahami dan memanfaatkannya sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi secara proporsional. Kelengkapan materi serta kejelasan pembahasan dalam buku ini bisa disejajarkan dengan buku-buku sistem informasi akuntansi luar negeri. Boleh dikata, masih sangat jarang penulis "lokal" yang mampu menyusun sebuah buku materi perkuliahan setebal 680 halaman, dengan materi yang sangat lengkap, tersusun dalam sistematika yang teratur, serta dengan menyertakan berbagai ilustrasi, bagan-bagan, dan gambar yang sangat jelas. Sebenarnya hal ini  tidak mengherankan mengingat latar-belakang penulis yang telah banyak berkecimpung di bidangnya, balk sebagai dosen, auditor di kantor akuntan swasta, ajun akuntan di Dirjen Pengawasan Keuangan Depkeu, serta sebagai anggota direksi sebuah BUMN
Read More......

PUISI


Monolog

















Aku terdiam  
ketika jemari ini mulai mengetikkan kata
membentuk sebuah kalimat tanpa arti
juga tanpa cerita bermakna


ini kisah macam apa pikirku ?
mengalur bebas tanpa arah
menempuh jalan tanpa tujuan
berlari mengejar imajinasi yang tak pasti


ketika dilema mulai menyamarkan inspirasi
tercipta pertempuran dialog dalam hati
dan ini pun bukan sebuah konspirasi
merangkak kritis menggapai mimpi


dan keresahan ini mulai mencari aksi
menimpali monolog yang mengisi
merekam tragedi  tanpa akhir
mengusik alami takdir diri


Read More......

Daftar 100 Kata Baku - Non Baku

Kata Baku – Non Baku
1. Abjad - abjat
2. Aktif – aktip
3. Aktivitas – aktifitas
4. Andal – handal
5. Analisis – analisa
6. Andal – handal
7. Antre – antri
8. Asas – azas
9. Apotek – apotik
10. Atlet – atlit
11. Atmosfer –atmosfir
12. Bus - bis
13. Cabai – cabe
14. Cendekiawan – cendikiawan
15. Cenderamata – cinderamata
16. Detail – detil
17. Definisi – difinisi
18. Diagnosis – diagnosa
19. Embus – hembus
20. Ekstra - extra
21. Ekstrem – ekstrim
22. Februari – Pebruari
23. Fondasi – pondasi
24. Formal - formil
25. Frekuensi – frekwensi
26. Gizi - gisi
27. Hafal – hapal
28. Hakikat - hakekat
29. Hipotesis – hipotesa
30. Hierarki – hirarki
31. Ijazah – ijasah
32. Izin – ijin
33. Imbau – himbau
34. Isap – hisap
35. Istri - isteri
36. Jadwal -jadual
37. Jenazah – jenasah
38. Jenderal - jendral
39. Justru – justeru
40. Karier – karir
41. Kategori – katagori
42. Komplet - komplit
43. Konferensi – konperensi
44. Kongres – konggres
45. Konkret - kongkrit
46. Kreativitas - kreatifitas
47. Kualifikasi – kwalifikasi
48. Kualitatif – kwalitatif
49. Kuantitatif – kwantitatif
50. Kualitas – kwalitas
Read More......